Ketika berbicara tentang kesehatan seksual pria, salah satu topik yang semakin muncul adalah peran pola makan dan nutrisi. Salah satu makanan sederhana yang kadang dibicarakan dalam konteks ini adalah Toge (bean/germinated sprouts, misalnya dari kacang hijau atau kacang mung). Artikel ini akan mengulas secara mendalam:
- Apa saja kandungan nutrisi toge.
- Apa klaim mengenai toge terhadap seksualitas pria (libido, kualitas sperma, fungsi ereksi).
- Kekuatan bukti ilmiahnya — mana yang didukung penelitian, mana yang masih hipotesis.
- Cara konsumsi yang logis dan aman.
- Catatan penting dan batasan yang perlu diperhatikan.
Kandungan Nutrisi Toge
Toge, terutama dari kacang hijau atau kacang mung, memiliki sejumlah nutrisi yang bisa relevan untuk kesehatan pria secara umum, yang kemudian bisa berdampak ke aspek seksual.
Beberapa poin kandungan:
- Toge mengandung protein dan serat, serta sejumlah vitamin dan mineral.
- Sebagai contoh, dalam 100 g toge terdapat ±23 kalori, ~4 g protein, ~2,1 g karbohidrat, ~1,9 g serat. (Oniiz US Store)
- Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E (antioksidan), dan mineral seperti seng (zinc) dalam beberapa laporan disebut ada dalam toge atau ekstraknya.
- Antioksidan: menurut situs WebMD, toge adalah “excellent source of antioxidants, which protect against cell damage and may reduce risk for cancer and heart disease.” (WebMD)
Jadi, secara umum, toge dapat dikatakan sebagai makanan bergizi yang mendukung kesehatan secara keseluruhan — dasar penting untuk kesehatan seksual.
Klaim tentang Toge dan Seksualitas Pria
Beberapa klaim yang beredar terkait konsumsi toge untuk seksualitas pria antara lain: meningkatkan libido, memperbaiki kualitas sperma (jumlah, motilitas, morfologi), mendukung fungsi ereksi, serta meningkatkan hormon pria (testosteron) atau aliran darah ke organ reproduksi.
1. Memperbaiki kualitas sperma
Salah satu penelitian menarik: dalam studi hewan (tikus) yang dipublikasikan oleh Endah Mulyani dkk., ekstrak toge kacang hijau (“green bean sprouts extract”) terbukti meningkatkan kualitas sperma — termasuk jumlah sperma, bentuk (morfologi), motilitas, dan viabilitas — pada tikus yang terpapar monosodium glutamat (MSG) sebagai faktor stres reproduksi. (Neliti)
Artinya: ada bukti eksperimental bahwa bagian dari toge (ekstraknya) dapat memiliki efek pada parameter sperma.
2. Meningkatkan libido, aliran darah, dan fungsi seksual
Beberapa artikel populer menyebut bahwa toge bisa “meningkatkan libido, meningkatkan gairah, dan memperbaiki kontrol ejakulasi”. Contoh: artikel yang memuat klaim bahwa “scientific studies have proven that incorporating bean sprouts … can increase libido, enhance arousal, and improve ejaculation control.” (Oniiz US Store)
Namun, penting untuk dicatat: artikel tersebut tidak merinci studi klinis manusia yang kuat. Jadi klaim ini lebih bersifat hipotesis atau berdasarkan kecil-kecilnya bukti.
3. Konteks diet dan kesehatan secara umum
Lebih luas lagi, tinjauan mengenai “makanan untuk kesehatan seksual” menyatakan: diet sehat yang mendukung sirkulasi darah, mengurangi faktor risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, dan hormon yang seimbang, akan memberikan efek positif pada fungsi seksual pria.
Dengan demikian, toge sebagai bagian dari pola makan sehat bisa memberikan manfaat “tidak langsung” terhadap fungsi seksual.
Evaluasi Kekuatan Bukti Ilmiah
Mari kita lihat secara kritis: apa yang sudah terbukti, apa yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
1. Bukti yang cukup kuat
- Studi hewan (tikus) pada toge menunjukkan efek positif terhadap kualitas sperma (jumlah, motilitas, morfologi). Ini menunjukkan adanya potensi nyata.
- Kandungan nutrisi toge — protein, antioksidan, mineral — mendukung mekanisme yang relevan (misalnya menjaga jaringan reproduksi, melawan stres oksidatif) tapi bukan bukti langsung fungsi seksual.
2 Bukti yang terbatas / masih hipotesis
- Tidak banyak (atau mungkin tidak ada) studi besar terkontrol pada manusia yang hanya melihat konsumsi toge dan fungsi seksual pria sebagai hasil utama.
- Klaim seperti “peningkatan libido langsung” atau “kontrol ejakulasi” berdasarkan artikel populer atau ulasan ringan, bukan studi klinis yang kuat.
- Efek pada hormon seperti testosteron belum dibuktikan secara spesifik melalui toge dalam studi manusia yang memadai.
3 Kesimpulan sementara
Berdasarkan bukti saat ini: ya, toge berpotensi memberikan manfaat terhadap kesehatan reproduksi pria — terutama kualitas sperma — tetapi belum terbukti sebagai “obat” atau “ramuan ajaib” bagi masalah seksual seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi prematur. Sebaliknya, toge sebaiknya dianggap sebagai bagian dari diet sehat yang mendukung fungsi seksual secara keseluruhan.
Cara Konsumsi Toge untuk Mendukung Seksualitas Pria
Jika anda tertarik memasukkan toge ke dalam pola makan dengan tujuan kesehatan seksual, berikut beberapa tips praktis:
1. Pilih dan siapkan dengan baik
- Pilih toge yang segar, renyah, dan bebas bau.
- Karena toge rentan terhadap kontaminasi bakteri (terutama jika dimakan mentah), penting untuk membersihkan dengan baik.
- Jika dimakan mentah, pastikan higienis; jika dimasak sebentar, nutrisi tertentu seperti vitamin C mungkin agak berkurang tetapi tetap manfaat.
2. Frekuensi dan kombinasi
- Tidak ada “aturan” konsumsi khusus untuk seksualitas, tetapi sebagai bagian dari diet harian, menambahkan toge dalam salad, tumisan, sup bisa jadi pilihan.
- Kombinasikan dengan sumber nutrisi lain yang baik untuk seksualitas pria: misalnya makanan kaya seng (zinc), omega-3, antioksidan, serta hindari diet yang buruk seperti makanan banyak lemak jenuh, gula tinggi — karena ini dapat menyulitkan fungsi seksual.
- Memperhatikan gaya hidup: olahraga, tidur cukup, manajemen stres — semua ini sangat berpengaruh terhadap fungsi seksual.
3. Takaran yang masuk akal
- Karena belum ada dosis standar untuk efek seksual, cukup jadikan toge sebagai “komponen rutin” dibandingkan “pengobatan”. Misalnya 100 g–200 g dalam menu harian beberapa kali seminggu.
- Jangan terlalu berharap efek langsung instan: manfaatnya akan muncul lebih sebagai bagian dari pola makan dan gaya hidup sehat jangka panjang.
Catatan, Batasan, dan Kapan Perlu Konsultasi
1. Catatan dan batasan
- Meskipun toge sehat, ia tidak menggantikan pengobatan medis bila terdapat kondisi disfungsi seksual seperti disfungsi ereksi (DE), ejakulasi dini, atau masalah hormon yang serius.
- Efek mungkin bervariasi antar individu — faktor genetik, usia, kondisi kesehatan (diabetes, hipertensi, obesitas) sangat mempengaruhi fungsi seksual.
- Jika toge dimakan mentah, risiko keracunan (misalnya bakteri seperti Salmonella) bisa muncul jika sanitasi buruk — khususnya bagi individu dengan sistem imun lemah.
2. Kapan konsultasi medis diperlukan
- Bila mengalami gejala seperti kesulitan ereksi yang berulang, penurunan libido secara signifikan, atau pasangan mengalami kesulitan kehamilan.
- Bila ada kondisi medis yang mempengaruhi seksual, seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, atau penggunaan obat-obatan yang memiliki efek samping seksual.
Kesimpulan
Toge adalah makanan bergizi yang dapat mendukung kesehatan pria secara umum. Berdasarkan bukti saat ini, toge menunjukkan potensi dalam memperbaiki parameter sperma pada penelitian hewan dan dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung fungsi seksual pria.
Namun, klaim bahwa toge secara langsung dan signifikan meningkatkan libido, fungsi ereksi, atau mengobati masalah seksual perlu dicermati — bukti pada manusia masih terbatas. Oleh karena itu, pendekatan yang paling masuk akal adalah: masukkan toge ke dalam diet harian sebagai bagian dari gaya hidup sehat, dan jangan mengandalkannya sebagai “solusi tunggal” untuk masalah seksual.